Thursday, March 16, 2017

Gili – Lombok Trip : Day #2 Gili Trawangan, gowes bonus kue.


One day passes.

Pagi pertama di Trawangan setelah melahap matahari terbit yang cantik, sekarang kita harus packing lagi untuk pindah pulau sebelah. 






Akan tetapi jadwal kapal ke pulau sebelah cuma ada dua kali sehari, jam 8 pagi dan jam 4 sore. Kita sudah kelewat kapal pagi karena balik dari sunrise aja udah menjelang jam 8 pagi, jadilah kita nunggu kapal sore jam 4. At least, kita punya waktu sekitar 5 jam sebelum nyebrang maka kita putuskan untuk sepedaan keliling Trawangan. Nyewa 22ribu/ orang (psst, itu udah ditawar dari 25ribu lho) dipake se-patahnya kaki. Hahaha, gak lah. Cuma sampai kita check-out dari penginapan tapi lumayan udah ber-konde kaki ini gowes seujung pulau doang. Ternyata gede banget, bok. Gak sanggup kalau mau kelilingin pulau beneran. Yaudah lah yaa muterin kampung nya aja sudah seneng banget kita.


Mari lahkita gowes...


Keliling kampung di Trawangan pakai sepeda adalah salah satu must-to-do, tinggal pilih mau nyusur pantai apa jelajah kampung nya yang gede banget itu. Oiya, di Trawangan tidak diijinkan mengendarai kendaraan bermotor. All was non-machine vehicles. Ada cidomo (sejenis dokar/ kereta ditarik kuda) dan penyewaan sepeda almost every inch on your step. Jadi kalau jalan kaki di main road paling-paling papasan sama ratusan bule bersepeda atau mlipir mendadak karena suara kaki kuda narik cidomo.

Asiknya tanpa kendaraan bermotor disini berarti bebas polusi asap kendaraan. Selain itu lebih tenang juga suasana jalannya. Bisa banget ngobrol di jalanan sambil nguping orang-orang yang lewat yang juga lagi ngobrol sambil jalan. Kalau naik sepeda, lebih enak keliling kampung daripada di main road yang ramai banget pejalan kaki. Kita cuma muterin kampung, nembus kebon dan beberapa villa serta hostel yang asik tapi tersembunyi banget. Ternyata banyak sekali penginapan yang ‘nylempit’ diantara kebun dan kampung.




nyasar ke kebon orang. hahaha



Oh, ternyata gak nyasar sendirian.


Mungkin yang ‘nylempit’ dan tersembunyi itu justru yang banyak dicari turis, suasananya lebih tenang daripada yang berada di main road Trawangan. Tentunya ada suasana juga ada harga, mau cari yang kelas kere hore kaya’ kita sampai yang bintang tujuh serasa di Maladewa tinggal pilih. Yang jelas, selalu ada tempat bagi yang punya niat.

Cottage kita punya fasilitas setara hotel bintang 3 lah kalau di Jawa, tapi kalau soal koneksi internet nirkabelnya setara bintang 5. Ngebut dan menyala 24jam penuh. Kalah deh wifi gratisan di minimarket itu. Sarapan pun pilihannya ala ‘bule’ semua; pancake, toast, omelete. Tidak ada pilihan nasi goreng kaya hotel bintang 3 di Jawa. Karena teman se-cottage hampir semua bule jadi ya dimaklumi saja. Nasi mah bisa makan lagi besok kalau balik Jawa. :D


Sarapan ala kadarnya tapi enak.


Karena sarapan yang ‘extra ordinary’ itu, maka kita pun meng-gowes sepeda rada random. Selain sepeda nya emang gak gitu sip, ya karena sarapan kurang ‘nonjok’ itu tadi jadi tenaganya cuma kuat gowes se-iprit bagian pulau. Cisca yang duluan stop karena selain dia paling kurus, jangkauan tenaga untuk gowes udah gak sinkron sama kaki. Akhirnya kita bertiga berhenti di depan Pearl beach club, hotel dan resto yang cukup ‘wow’ dan nampaknya bintang 5 kalau lihat luasnya areal yang mereka punya. Pas di depan hotel, ada bakery house yang juga bagian dari beach club. Karena saya ini paling ‘gatal’ urusan makanan maka belok lah saya.
















Iseng aja lihat mereka jual apa saja, selain es krim gelato yang jelas-jelas terpampang cold storage nya di depan toko. Ada aneka pastry, roti dan cake. Semuanya nampak enak (perlu di-ingat, kami habis gowes dengan tenaga sarapan seadanya) dan harganya gak se mahal dugaan kita. Aneka pastry segede telapak tangan dibandrol 15ribu-25rb sedangkan kue keik dibandrol 20ribu-45ribu. Karena kita tadinya cuma penasaran jadinya cuma beli kue wortel seharga 15ribu dan milkshake strawberry 30ribu buat bertiga. Keik-nya amazingly, enak banget! My best carrot cake ever deh. Selain memang enak beneran, belinya jauh bok, sampai Trawangan pula. :D



carrot cake yang super lezat


Well, kue wortel super enak sudah menjadi penutup petualangan kita di Trawangan dengan senyum lebar.


Sweet sweet love, Trawangan!

No comments: