Do you believe in destiny? I do.
Ketika
kita merencanakan sesuatu jauh-jauh hari dan hanya bisa disimpan sendiri hingga
satu hari, kita bertemu orang-orang yang punya rencana yang hampir serupa dan
menarik kita untuk mewujudkannya, you
just can say ‘I do’.
Itulah
yang terjadi pada diri saya beberapa waktu lalu, simply impulsive decision at the right moment. Karena Aquarius adalah
zodiak yang sangat impulsif, makan gampang saja untuk memutuskan sesuatu
mendadak dan tau-tau semuanya sudah 80% berjalan. Well, kadang keputusan impulsif tak selamanya buruk. Setidaknya
begitulah yang saya alami. :D
Berawal
dari obrolan saya dan tiga kakak angkatan di bangku kuliah yang tergabung dalam
grup ‘Antrojajanhopper’ karena kami dulunya adalah sekelompok cewek yang ditemukan oleh persamaan dalam hal gemar jajan
dan jalan-jalan. Grup di Whatsapp™
(WA) adalah awal dari ide nekat kami. Ngobrol ngalor ngidul soal mimpi berlibur
yang pada satu titik saya menyebut bahwa tiket pesawat ke Lombok PP via
Surabaya di bulan April waktu itu ternyata jauh lebih murah dari tiket saya ke
Palu kemarin yang cuma sekali jalan.
Singkat
cerita, kami iseng menjajal,
“beli aja yuk tiketnya, kasih aja tanggal dua bulan dari sekarang. Jadi apa nggak, pokoknya beli aja.”
Dan klik! Saya, Marisa dan Cisca sepakat beli sedangkan Dika yang kebetulan kerja & tinggal di Bali berencana menyusul saja karena dia punya agenda prajab di Jakarta bulan depan. So, hanya kami bertiga yang sudah positif bisa jalan.
“beli aja yuk tiketnya, kasih aja tanggal dua bulan dari sekarang. Jadi apa nggak, pokoknya beli aja.”
Dan klik! Saya, Marisa dan Cisca sepakat beli sedangkan Dika yang kebetulan kerja & tinggal di Bali berencana menyusul saja karena dia punya agenda prajab di Jakarta bulan depan. So, hanya kami bertiga yang sudah positif bisa jalan.
Tiga
dari empat orang sudah klik beli tiket berangkat nya dan kami kemudian bengong
bersama. In a minute, kita bertiga
sudah 50% bakalan pergi ke Lombok. How
impulsive we are. Lalu saya hitung uang di rekening, masih ada sisa sekian
ratus ribu untuk beli tiket pulang. Lha terus selama disananya gimana? Teet
toot! Gak kepikiran disana mau hidup pake duit apa. :D Sisanya kami bertiga
diskusi via WA perkara akomodasi mulai dari tujuan, transport sampai
penginapan. Yang paling semangat dan well-prepared
adalah Cisca, sebagai senior saya di kampus sekaligus senior urusan travelling.
Udah jalan-jalan sampai Jepang dan Korea segala. Percaya deh kalo si
mbak satu ini sudah turun tangan maka 70% perjalanan wisata bisa jalan dengan
mantap dan tentu saja hemat
.
.
Hemat?
Di Lombok?
Oh tentu saja, itulah inti perjalanan kami. Modal dan bekal utama adalah nekat, baru hemat dan terakhir nikmat. xD Tiga modal utama disamping modal ‘selamat’ itu jadi fokus utama perjalanan kali ini. Mengingat ini perjalanan pertama kami bertiga maka persiapan yang dilakukan bersama secara jarak jauh (Cisca di Jogja, Marisa di Jember dan saya di Sragen) via WA dipandu oleh Cisca, sebagai ‘mother of travelling’ kami. :D
Oh tentu saja, itulah inti perjalanan kami. Modal dan bekal utama adalah nekat, baru hemat dan terakhir nikmat. xD Tiga modal utama disamping modal ‘selamat’ itu jadi fokus utama perjalanan kali ini. Mengingat ini perjalanan pertama kami bertiga maka persiapan yang dilakukan bersama secara jarak jauh (Cisca di Jogja, Marisa di Jember dan saya di Sragen) via WA dipandu oleh Cisca, sebagai ‘mother of travelling’ kami. :D
Persiapan
kurang dari 3 bulan (kami klik tiket sekitar bulan Februari) dan dipilih minggu
akhir bulan April dengan pertimbangan tidak ada libur nasional di bulan
tersebut dan harga terendah. Aslinya sih rada ngasal milih bulan, pokoknya
pertimbangan tidak ada libur nasional atau pun event tertentu maka bisa
dipastikan tiket maskapai berada di level terendah.
And yes we got it right!
Pas di tengah bulan, traffic tidak terlalu padat karena kami berangkat di tengah minggu (hari kamis pagi) dan pulang balik di awal minggu (hari senin pagi). Setidaknya Cisca yang pekerja gak ijin terlalu banyak, kalo saya sm Marisa kebetulan pas masih longgar. Untuk efesiensi waktu & ongkos, kami putuskan bertemu di Bandara Juanda, Surabaya pada kamis pagi karena tiket kami memang via Surabaya. Waktu tempuhnya lebih pendek juga dan jauh lebih ringan di kantong kami. Jogja, Jember dan Sragen bertemu di Surabaya.
And yes we got it right!
Pas di tengah bulan, traffic tidak terlalu padat karena kami berangkat di tengah minggu (hari kamis pagi) dan pulang balik di awal minggu (hari senin pagi). Setidaknya Cisca yang pekerja gak ijin terlalu banyak, kalo saya sm Marisa kebetulan pas masih longgar. Untuk efesiensi waktu & ongkos, kami putuskan bertemu di Bandara Juanda, Surabaya pada kamis pagi karena tiket kami memang via Surabaya. Waktu tempuhnya lebih pendek juga dan jauh lebih ringan di kantong kami. Jogja, Jember dan Sragen bertemu di Surabaya.
![]() |
| Our 4am face: Marisa - Cisca - Me :) |
Pesawat kami terjadwal pukul 08.40 wib (kalo gak salah inget) dan tiba di Lombok sekitar pukul 10.40 wita. Kami bertiga berangkat dari homebase masing-masing rabu malam dan jeng jeng jeeeng, jam setengah 4 pagi kami sudah sampai dong bandara. :D So early and so sleepy, of course. Kami bertiga yang muka bantal karena gak bisa tidur nyenyak di jalan bertemu di minimarket depan terminal 1 dan menunggu waktu sambil strolling around di bandara. Check-in counter baru buka sekitar pukul 7 jadilah kami 3 jam lebih nongkrong rumpi di minimarket. Ngopi pagi di minimarket sambil cek itinery bareng, berkali-kali Marisa nyeletuk, “gila ini, kita mau berangkat ke Lombok beneran, cuy. Nekat bener kita nih...” saya dan Cisca cuma ketawa karena memang benar adanya kami saat itu; gila, nekat.
![]() |
| Waiting room belum buka... wefie saja lah. :D |
#LiburanModalBismillah kami ini dimulai
dengan sedikit clueless, berharap
kami dapat ‘kejutan’ di sepanjang perjalanan. Terutama sih saya, sebagai orang
paling clueless di perjalanan ini
karena gada ekspektasi apapun. Cisca dan Marisa masing-masing punya agenda
setibanya di Lombok, mau kesana kesini sedangkan saya, ikut mereka aja lah.
Bukannya gak punya tujuan tapi saya lebih suka menikmati saja apa yang ada
daripada ngarep kesini kesana tapi akhirnya gak kesampaian kan nyesek, cuy.
Jadilah saya ikuti itinery kedua mbak senior saya ini saja. Itinery yang tidak
pernah saya punyai itu ternyata ada hikmahnya juga, banyak malahan.
Saya
hanya tahu kalau kami bakalan ke Gili entah itu Gili yang mana aja, pokoknya
saya nyampe di Gili aja udah bahagia bener. Lalu beberapa hari sebelum pulang
bakalan stay di Lombok daratan dan
keliling ke tempat yang sejalur dengan jalan balik ke bandara biar kaga repot
kalau baliknya besok. Itinery yang kami susun bersama via WA ini ternyata di-upgrade sama Cisca dengan sangat well-planned. Saya dan Marisa cuma bisa
takjub, whoa memang lah mbak kami
satu ini top kalau urusan travelling. Lengkap banget deh, penginapan semua
dipesan via web jauh sebelum kami berangkat. Harga dan wujud penginapannya
beberapa sudah dibagi via WA jadi kami sudah punya persetujuan dan gambaran
nanti mau tidur dimana. Pokoknya Cisca ini jempolan deh kalau urusan
travelling. I love you mbak Cisca! :D
Penerbangan
ke Lombok makan waktu satu jam, sampai disana time zone nambah satu jam jadi
kami akan tiba dua jam ke depan. Yah, sejam bisa laah dipake tidur dulu sebelum
nanti sleepless selama disana. Oke, time to fly! Will post our arrival story in
next post.
See you really soon, Lombok~


No comments:
Post a Comment