First post in #WildfireWritingProject sudah terlaksana. yeay! Saatnya melanjutkan ke second post. Pertanyaan kedua ini lebih mikir dari yang pertama tapi kayanya harus dibikin lebih sederhana deh. Oke, mari dijawab. :D
2. Would you like to be famous? In what way?
Famous? Hmm, dari kecil saya ini pengkhayal ulung. Tiada hari tanpa berkhayal; mulai dari jadi penyanyi, akting jadi pemain film, memasak bak Sisca Suwitomo hingga jualan majalah pura-puranya jadi Pak Hono tukang koran langganan jaman saya SD. Beberapa orang menyebut ini dengan 'playing role' atau berpura-pura menjalani peran tertentu. Tapi sejak saat itu saya membayangkan kalau nanti saya sudah dewasa, saya kepingin jadi banyak peran seperti yang sedang saya lakoni ketika bermain. Kadang ingin jadi pengarang buku, main film dan berakting, menyanyi bak diva, atau jadi koki. Segala peran nampak menarik dan menyenangkan. Tapi ketika beranjak remaja, saya mulai punya hobi baru yang lumayan konsisten dan sesekali masih jadi 'playing role' saya; berhubungan dengan buku.
Ya, saya jadi pustakawan. Hampir setiap hari menghabiskan waktu istirahat membaca aneka buku di perpus sekolah yang waktu itu koleksi bukunya masih terbatas dan dominan buku teks untuk pelajaran. Suka mengamati bu guru dan petugas perpus yang saban hari melayani sirkulasi buku di perpustakaan hingga saya mendaftar jadi salah satu pustakawan. Menikmati peran yang sesungguhnya sebagai pustakawan. Sungguh menyenangkan! :D Semasa sekolah menengah, perpus adalah kehidupan saya. Saat itu, cita-cita menjadi pustakawan makin menjadi-jadi. Hanya dengan bekal satu keyakinan; jadi pustakawan maka saya bisa baca buku sepuasnya......setiap hari. Dan ya, hanya itu tujuan saya saat itu. Nampak remeh ya? Tapi ketika masuk kuliah, cita-cita masa remaja ini lah yang justru banyak membantu belajar saya di bangku kuliah.
Me-review bacaan adalah tugas paling dominan ketika masa kuliah. Berbekal hobi membaca dan berkelana di perpus maka tugas review dan bikin paper adalah hal yang menyenangkan. Sampai-sampai saya berpikir untuk jadi penulis saja karena menikmati saat mengetik review di layar komputer dan menulis sampai lelah. Terbantu dengan aneka jenis tugas dan paper saat kuliah, maka kemahiran mengetik cerita pun berkembang. Berbekal blog ala kadarnya, saya memulai menulis di blog dan Blogger ini adalah salah satu starter-pack saya. :p
Dengan starter-pack sebagai seseorang yang mudah ter-distraksi maka saya ingin terkenal sebagai seorang pengkhayal saja lah. :D Saya kurang tahu apakah ini bisa dilegalkan sebagai sesuatu yang bisa dibanggakan atau tidak tapi saya rasa tidak semua orang berbakat sebagai pengkhayal. Boleh lah seorang pengkhayal jadi kebanggaan karena bisa dipakai nulis skrip film/ sinetron, membuat prakarya atau sekedar mengarang cerita untuk bed-time stories. ;) Mungkin dengan jadi pengkhayal, rasa terkenal tidak terlalu penting. Berkarya lebih utama dan bisa berbagi dengan orang-orang di sekitar. :)
Pertanyaan kedua sudah terjawab dengan random-nya dan cukup senang menyadari bahwa seorang pengkhayal seperti saya butuh daya untuk membuat apa yang saya khayalkan menjadi nyata. Sampai sekarang saya masih berusaha menjadikan diri saya seorang pewujud khayal, merealisasikan apa saja yang pernah saya khayalkan tentunya dengan kemampuan dan kekuatan saya. One thing for sure, one of my dreamer already fullfiled: berkhayal bisa meraih master degree sebelum usia 30 and i did it. That's what i called 'a dream comes true' indeed. :)
No comments:
Post a Comment