terinspirasi dari MV-nya Seafret-'Wildfire' becerita tentang sebuah project di mana beberapa orang yang tak saling kenal dipasangkan lalu diberikan 36 pertanyaan untuk saling ditanyakan pada pasangan yang dilakukan secara acak. Setelah nonton saya jadi pengen tahu apa saja sih pertanyaan yang dilontarkan dari kartu-kartu yang mereka baca diatas meja itu? Setelah scrolling sedikit, ada Youtube user yang berbaik hati merangkum ke 36 pertanyaan tersebut. So, i copied and try to answer the question one-by-one in separated post blog.
Sebelum menjawab pertanyaan, perlu saya kasih alasan sedikit kenapa lagu ini jadi alasan menulis saya di blog ini. One, i do love arrange words for answers. Two, MV-nya terlalu menyentuh untuk sekedar 'cuma' ditonton sambil lalu. Terutama melihat ekspresi orang-orang yang ada di sana, mereka yang mengalami 'berbagi dengan orang asing', nampaknya tak jauh beda dengan apa yang selama ini saya lakukan di blog saya. Yah, ndak ada salahnya mencoba. :D
Oke, kita mulai dari pertanyaan pertama.
1. Given the choice of anyone in the world, whom would you want as a dinner guest?
well, mengacu pada kondisi saat ini sih kalau boleh saya sebut lebih dari satu orang. Apalagi kalo disuruh menyebutkan orang-orang di seluruh dunia. Tapi ada beberapa yang banget-banget saya prioritas kan untuk jadi dinner guest saya. :D Baiklah, saya akan sebut satu per satu lalu menyertakan alasan kenapa saya memilih dia. ;)
1. Jamie Campbell Bower
Ini salah satu pemainnya City Of Bones (CoB), pemeran Jace Wayland. Kenapa dia? Kesengsem sama aktingnya sebagai Clary's boyfriend yang garang dan petarung di luar namun rapuh dan lemah di dalam dirinya. selain ganteng, dia ini multi talenta. Bisa akting, bisa nyanyi. Dan dia ini termasuk aktor yang berhasil debut lewat CoB. Seru kayanya kalo bisa dinner bareng si mas Jace ini. :D
2. Sylvia Day
Dia perempuan keturunan Jepang-Amerika yang juga punya pseudoname S.J Day dan Livia Dare. Penulis novel seri Crossfire ini berhasil bikin saya penasaran soal cara dia menciptakan tokoh Gideon Cross yang tepat persis seperti bayangan saya tentang seorang bernama Gideon Cross. Entah kenapa novelnya seolah mengetik imajinasi saya. Merinding! Kenapa dia? Sebenarnya pengen bertanya langsung, kira-kira dia pas nulis seri Crossfire ini membayangkan apa dan siapa saja ya? Kira-kira kalau jadi film, Day bakalan pilih siapa yang jadi si Mr. Dark and Dangerous? hahaha.
3. NH. Dini
Penulis novel sastra kawakan Indonesia ini konon katanya orangnya tidak ramah, tertutup dan sukar ditemui. Para penggemarnya yang datang ke tempat tinggalnya pun sering tidak diterima dengan baik karena beliau memang tidak suka menerima tamu. Hmm... sebagai fans berat karya-karya beliau, rasa tertutup, tidak ramah dan defensif itu mungkin akibat dari trauma beliau terhadap orang asing dan orang tak bertanggungjawab pada pengalaman kehidupan beliau di masa lalu. Kenapa dia? Saya menempatkan beliau di daftar ini karena saya betul-betul ingin ketemu tapi kalo dengar perangainya nampaknya rada mustahil untuk bisa ketemu beliau. :(
4. Jang Keun Suk (JKS)
Akhirnya muncul juga artis korea di daftar ini, hehehe. Nge-fans sama Sukkie (his nickname) sejak main di film Baby & I waktu dia masih usia belasan tahun. Walaupun sering dibilang dia ini 'yeppeon namja' alias cowok cantik tapi buat saya dia adalah sosok yang pengen sekali saya temui. Kenapa dia? Bukan cuma soal tampang tapi artis yang juga penyanyi ini dikenal sangat ramah dan murah senyum sama fans. How lovely... dan ada kabar burung beredar, kalo dia convert ke muslim. Salah satu pertanyaan yang akan saya tanyakan kalo ketemu sama dia; are you really convert to muslim? if you say yes, let's tied the knot. :))
5. Sukardi (alm.)
Yeps, he's my late grandpa that i've never had chance to met. Beliau meninggal sebelum papa saya menikah. Rada mustahil ya pengen ketemu tapi kok sama orang yang sudah meninggal. But, let's put it into all posibilities ya, ber-andai-andai saja. :D Kenapa dia? he's the early man that put many efforts to myself at this age. Konon katanya karakter wajah, pembawaan dan sifat saya menurun dari beliau. My curly-wavy hair, my dark skins, my arabic face, my talkative and so on. He dominates almost 70 percent of me. So, i wonder kalau ketemu beliau, saya cuma pengen memeluk dan berkata; terimakasih ya opa sudah mewariskan begitu banyak hal baik untuk saya. :)
Saya stuck di nomor 5 dan udah bengong mau nulis siapa lagi, karena terlalu banyak. :D But, that's top 5 people yang sekiranya saya pengen ajak dinner kalau ada kesempatan dan keajaiban. Mostly ya penulis buku karena salah satu hobi saya adalah membaca. Keberadaan seorang penulis di luar sana kadang bikin saya berandai-andai apa sih yang mereka hadapi dan rasakan sehingga bisa menulis dengan begitu apik? Yah, saya juga punya cita-cita meski kecil saya pengen jadi penulis. Menulis untuk mengabadikan momen, membekukan waktu, mencipta karya untuk diwariskan ke mereka yang mungkin merasakan bahwasanya tulisan dapat melecutkan harapan. :)
Okay, people. Sampai jumpa di #WildfireWritingProject selanjutnya ya!




No comments:
Post a Comment