Sunday, February 19, 2012

when i fall in love, do i?

Kopi pertama pagi ini. Manis, terlalu cepat dingin. Seperti dua orang yg mulai saling kenal, lalu salah satu mundur di tengah jalan.
belum apa-apa sudah menyerah. Kira-kira seperti itulah makna sepenggal kutipan diatas. tapi bagi saya, lebih dari itu. Ketika satu waktu menemukan seseorang yang baru dalam hidup dan kemudian perlahan ia pun menjadi bagian dari hari-harimu dan makin hari ia makin melengkapi menit-menit yang ada. Nampak suatu proses yang biasa namun selalu ada cerita. Begitu pula dengan saya, ketika hal itu terjadi pada saya pun nampaknya bukanlah hal yang istimewa namun saya justru mendapat berjuta cerita dibaliknya. :)

Di awal bulan, ia adalah seorang teman bercerita yang sangat perhatian. Seluruh antusiasme yang ia punya ia curahkan sepenuhnya hanya demi sebait percakapan saya. Sungguh tak seorang sahabat pun yang betah melakukan itu kepada saya, tapi ia melakukannya. Bahkan di sisa-sia penghujung malam menjelang pagi, dikala yang lain sibuk terlelap bersama mimpi mereka, kami (saya dan dia) justru sibuk berbagi mimpi; mimpi sederhana yang selama ini hanya kita simpan dan bicarakan bersama Tuhan. Rencana-rencana sederhana yang pernah tersusun rapi dalam angan-angan kami, satu per satu meluncur bersama di genggaman tangan yang berbicara. Tak pernah saya se-semangat ini di pagi buta membahas mimpi-mimpi saya (dan dia) yang kiranya mustahil itu. Dia dengan mimpinya bersama Strato dan Lucille, dua gitar kesayangannya, saya dengan mimpi novelis dan travel agent-nya.

Namun tepat seperti apa kata kutipan diatas, '...dua orang yang mulai saling kenal, lalu salah satu mundur di tengah jalan', saya-lah pihak yang mengambil langkah ke belakang dan putar badan. Setelah beberapa malam terlewati bersama cerita-cerita dan berbagi mimpi, saya menyadari bahwa ada yang belum saatnya datang dan lebih baik tidak sebelum semuanya sudah terlalu panjang ceritanya.
Saya jatuh cinta. 
Ya, se-sederhana itu alasan saya untuk memutuskan ingin balik kanan-bubar jalan. Aneh rasanya, ketika yakin akan datangnya sebuah perasaan, saya lebih ingin memilih mundur. Alasan saya cuma satu: saya tahu posisi saya dimana dan apa yang saya rasakan terlalu cepat untuk seorang teman berbagi yang sangat menyenangkan seperti dia. Sayang sekali jika harus kehilangan seorang teman berbagi sebaik dia hanya karena perkara 'jatuh cinta'. 
2 bulan berlalu, semua masih samar dan terlalu dini, belum pantas untuk hal-hal yang terlalu sentimentil. kami masih menikmati suasana 'menerka-nerka' dan 'saling bermain penasaran'. itu lebih menyenangkan daripada buru-buru memastikan semua yang kadang kita sendiri belum yakin betul.Tapi sekali lagi, saya memberi keleluasaan bagi diri saya sendiri menikmati semuanya, mengikuti laju waktu dan merasakan apa yang sedang saya jalani...mungkin saja saya benar-benar pergi. atau mungkin saja tidak.

Thursday, February 2, 2012

1000 kali pun 'iya'

satu malam.

dia lupa. sesaat ingin menekan tombol-tombol angka di telepon selulernya, mengetik sederet angka yang amat familiar di jarinya. sebuah deretan nomor yang bisa memberikan sensasi luar biasa hebat dalam sekejap, memberikan semangat yang luar biasa besar, dan juga ribuan rasa meluap-luap lainnya. namun sesaat ia teringat; teringat sebuah pesan singkat yang pernah terbaca oleh matanya, sekitar satu bulan lalu, sebuah nada pesan yang sudah kesekian kalinya ia baca.

sebuah permintaan sederhana,
'berhenti menghubungiku. dengan cara apapun.'
cukup sederhana kan?

namun kenyataan yang dia terima tak se-sederhana itu. bahkan terlalu rumit untuknya sendiri mengurai apa yang ia rasakan. tidak cukup perkataan, tidak pula isak tangis atau bahkan amarah. tidak. bukan ke-semuanya. dia justru bingung; apakah yang harus saya lakukan? permintaan ini cukup membuatnya bimbang.
bukan, bukan karena dia tidak bisa memahami maksud pesan singkat itu. tapi kesalahan terbesarnya adalah membiarkan matanya membaca sekilas pesan singkat itu. hanya sekali pandang, menangkap kata-kata yang cukup ia kenal lalu menghapusnya. ya, tepat ketika deretan huruf terakhir mampu terbaca di buramnya genangan airmata di pelupuk penglihatannya. tanpa berniat membaca ulang dengan cermat dan hati-hati apa isi pesan itu. kok rasanya terlalu munafik ya? sudahlah. biarkan saja tetap sekilas terbaca.
hanya butuh tak sampai 5 menit, berkata dalam hati; untukmu, 1000 kali lagi pun iya.
jawaban senada seperti yang ada dalam penggalan buku 'The Kite Runner'. :)

10 kali, 100 kali, 1000 kali, berapa pun kau meminta hal yang sama, akan terjawab dengan jawaban yang tetap sama; "untukmu, 100 kali lagi pun iya" :)

*sepenggal cerita malam dari sebuah percakapan buku dan telepon selular*


Hello 2012!





hello 2012~~


feels like a year not posting here. :p



actually it’s been a month i’ve tried to post a new one here but bad luck for me, i’ve been on final exam this early month for 2 weeks and at the same time, i don’t have any connection to the internet since my computer was ‘breakdown’ so it can’t connect through the modem at all. :/



quite annoy me much, so far. but now i get connection back.



okay, what’s new on this early year? since i’ve celebrate the new year eve with my lovely niece watching fireworks on the city spot; Tugu Jogja was very awesome. in the next following week i had final exam untill middle of month. fiuh!

this month will end in less than a week, so i’ve still hoping this month will bring me happiness for all of you.



cherio~~