-Twitter.
Siapa yang ga tau atau minimal ga pernah dengar kata tsb? akhir2 ini jejaring sosial yang satu ini sedang booming di khalayak ramai yang (salah satu alasannya) paling update untuk urusan informasi/berita. They come in second, right at your hand. cukup dengan keunggulan itu saja sudah bikin puluhan juta orang di dunia tertarik nge-tweet. So, what happen to this world? kalo saya lebih suka menggunakan istilah 'ada apa dengan dunia nyata kita?' yg saat ini semakin lama ga ada bedanya dgn dunia maya. I choose Twitter for now, utk melihat (atau lebih tepatnya ber'unek-unek') tentang kekuatan 140 karakter ini ke diri kita, lingkungan kita atau bahkan hidup kita.
Berangkat dari sebuah topik tweets yang muncul siang ini di timeline saya, sepotong pernyataan ttg konsultasi percintaan yg cukup bikin saya 'mikir'. Akun ini memang dibuat utk memberikan tips2 seputar hubungan percintaan, menjaga keharmonisan hubungan, dsb. dalam beberapa tweet-nya, akun tsb menuliskan ttg hubungan beda agama dimana 'agama hanya sbuah produk budaya, tidak perlu khawatir dgn itu dan tetaplah pertahankan hubungan meski orgtua melarang,mereka tidak berhak atas kebahagiaan kita tapi kitalah yg lebih berhak'. semacam itulah yg tertulis. Oke, sah2 saja menulis sperti itu tapi saya jadi mikir; gimana kalo yg baca itu benar2 melakukan apa yg dkatakan akun tsb? atau mungkin ini bs jadi alasan pasangan2 lain kawin lari? hmm, banyak kemungkinan kan? Saya pikir, ini SANGAT MUNGKIN.
Twitter sudah jadi 'perwakilan diri' dalam dunia maya (disamping Facebook,tentunya). Seorang praktisi media online mengatakan, Twitter sudah menempati posisi sebagai 'Fotokopi Diri Kita' dalam dunia maya. Yang namanya fotokopi tentu saja dipercaya sama persis dengan aslinya, hanya beda medianya. Lalu gimana kita mem'fotokopi' diri kita sebaiknya? Balik lagi deh, ini urusan pencitraan diri. Seperti pernah Saya tulis dalam skripsi saya dulu (yg membahas Facebook) `semua orang di dunia maya berlomba-lomba menjadi sosok yang terbaik`,entah itu jauuuuuuuh bgt dari sosok aslinya atau mungkin sama persis 'plek' seperti adanya dirinya di dunia nyata. Who knows? ya tentu saja kita-lah yg kenal langsung yang lebih tau. Gerakan mengikuti/following ataupun di-ikuti/followed menjadikan kita sosok yang sama sekali tak lepas dari pengawasan atau istilah kerennya skrg 'kepo' yg mrpkn slang dari kata 'keep follow'. Dimana setiap huruf yg tertulis dalam 140 karakter itulah yg me'wakili' diri kita disana. what they write is what they believe. Karena bahasa tulis memang multi-tafsir, tidak ada intonasi atau ekspresi si pengucap. semuanya telah digantikan dgn gaya tulisan, sbg contoh; menulis dalam huruf kapital/caps lock sering diibaratkan bahwa kita 'berteriak' atau 'marah'. semua menjadi begitu sederhana dalam ketikan kata namun jadi ribet dalam pemaknaan/pemahaman. Repot,kan? ah, saya juga repot menjelaskannya bagaimana...huhuhuhu,, saking banyaknya yg mau saya tulis nih jadi begini. >_<
Sebenarnya,di beberapa media online, saya sempat menemukan berbagai versi mengenai Etika ber-Twitter. namun saya akan ambil beberapa saja yg menurut saya sesuai dengan pembahasan saya saja, deh.
- Yang pertama dan utama adalah sopan. Jadilah orang yang sopan di mana saja termasuk di dunia twitter. Jangan memancing permusuhan, menghina, merendahkan orang, menyebar fitnah dan isu yang tidak benar, dan sejenisnya. Indonesia telah mensyahkan UU internet yang berarti dapat menjerat siapa saja yang menyebar fitnah di dunia maya. (http://tuitbolot.blogspot.com/2009/12/etika-bertwitter.html) Anggap Twitter sebagai sebuah acara resepsi. Bayangkan anda menghadiri undangan resepsi pernikahan, di mana anda akan bertemu banyak orang yang tidak semuanya anda kenal. Obrolan yang bisa dibawa dalam suasana seperti itu adalah yang sifatnya informatif, menghibur, dan menyenangkan. Jangan bicara lantang, untuk sesuatu yang tidak pantas didengar banyak orang.Ingat bahwa jika Anda menuliskan nama di mesin pencarian Google, bukannya tidak mungkin semua ucapan Anda di Twitter akan terlacak. Bayangkan jika itu dibaca oleh ibu atau perusahaan yang akan mempekerjakan Anda. Intinya, anda harus menjaga ucapan Anda.
- Berinteraksi dan berbagi informasi yang penting. Twitter adalah media sosial interaktif, jadi bercakap-cakap dengan orang lain sangat penting artinya. Rajin-rajinlah mengomentari informasi yang disampaikan orang lain, dan re-tweet sesuatu yang menarik. Jangan hanya mengumumkan apa yang anda makan hari ini, tapi sampaikan info (bila perlu disertai link) tentang sesuatu yang anda minati. Perbanyaklah teman karena akan memperluas jejaring pertemanan. (http://macamku.blogspot.com/2010/05/kumpulan-etika-dalam-ber-twitter.html)
- Jangan men-tweet hal pribadi diri sendiri apalagi rahasia orang lain. Sebagian orang yang bersifat terbuka terkadang men-tweet urusan pribadi atau rahasia pribadi. Ini tentu akan merugikan orang itu sendiri nantinya. (http://tuitbolot.blogspot.com/2009/12/etika-bertwitter.html) Yah, jangan mentang-mentang ini dunia maya yang bebas dan luas, trus jadi seenaknya mau nulis apapun. Tetap pikir panjang dong ya. Tanamkan dalam diri Anda setiap kali mau nge-twit bahwa 'saya lagi diamati, semua pasang mata ke saya'. Ga mungkin kan Anda mau mempermalukan diri Anda sendiri?? so, think twice before you tweeting.
- Perhatikan frekuensi. Sah-sah saja apabila kita menulis beberapa twit dalam beberapa menit apabila memang sedang membahas sesuatu atau menyampaikan sebuah info yang cukup panjang dan memerlukan beberapa kali twit utk menyampaikan. namun setelah itu berikan jeda beberapa jam supaya pengikut kita tidak merasa terganggu dgn apa yg kita tulis tsb. Menulis belasan twit dalam beberapa menit dan berisi hal2 tidak penting/sepele sungguh mengganggu. (kecuali Anda memang sedang siap2 di-unfollow oleh pengikut Anda) :p
- Ikuti (Follow) orang-orang yang menarik. Ikuti orang-orang yang menurut kita penting, yang menggeluti bidang yang sama dengan kita atau bidang lain yang kita minati. Ikuti juga beberapa orang yang mereka ikuti. Jangan merasa wajib mengikuti orang yang mengikuti kita, sebaiknya perhatikan profile-nya terlebih dulu. Jadi, ga ada tuh istilah 'wajib folbek (serapan dari kata follow back)' atau 'janji folbek' di twitter. itu sih kerjaan orang2 yg haus eksistensi dan pengakuan saja. Mau folbek atau engga, ya suka2 yang punya akun lah. Tersinggung? wah, nampaknya kudu matiin internet nih orang. *LOL*
...dan masih banyak lagi etika2 ber-twitter yang ditulisan di beberapa media online. selengkpanya bisa cek disini:
Kadang, kita sudah merasa jadi orang paling 'super' kalau bisa update di semua jejaring dan media. Nyatanya, sebagian dari kita (atau bahkan hampir semua ya? :p) taunya cuma berlomba menjadi yang paling update sampai2 lupa diri dan kemakan perbuatan sendiri di dunia maya. Sebaiknya sih hidup harus seimbang, dunia maya 'rame' dunia nyata ya 'rame'. Semoga bermanfaat. ;)