its been a week and my project has running well.
yep, ketikan yang ku tunda2 selama hampir 3 bulan lamanya akhirnya ku selesaikan dalam seminggu dan plus ngetik next chapternya. Alhamdulillah... :)
sebenernya kalo niat itu ada pasti dikasih jalan kok. Aku pun begitu ketika niatan yang susah muncul maka yang pertama dilakukan adalah memaksa diri untuk tidak tidur ketika otak ini berpikir, dan gimana caranya bikin otak mikir? ya baca lah. baca apapun itu, entah majalah, artikel di internet ataupun jurnal (syukur2 kalau mau baca literatur :p), yang penting membaca walaupun sedikit dan biarkan otak kita berpikir. I do that things and it works! hehehe... I've done my 4th chapter in 2 days and one last night, i make the next chapter too. lega aja rasanya,,akhirnya aku bisa menunaikan hal yang paling dibenci Allah: menunda-nunda pekerjaan. Dan sekarang sembari menunggu respon dosen, aku re-check bab2 sebelumnya yang kemarin sudah di konsultasikan dan ada beberapa bagian yang harus di-retouch ulang. Lumayan banyak tapi harus segera dikerjakan supaya nanti gak terseret-seret sama revisian se-abrek. I wish I could do this... :)
~oiya, sebenernya ada cerita menarik dibalik datangnya semangat membara ku itu sampai2 aku bisa ngebut ngetik 2 hari cuma disela tidur 4 jam dan akhirnya tidur pasca subuh. Curhat dikit yee..gapapa kan yaa? hehehe
Aku kecewa sama seseorang. Laki-laki. Bukan temen deket tapi sudah ku anggap teman baik karena kami juga jarang ketemu. Dia cukup baik lah untuk seorang teman, bahkan bisa ku bilang ia menarik karena aku bisa ngobrol banyak dan ketawa sama kelakuannya. Tapi ada yang aneh ketika tiba2 aja dia menyapaku lewat chat di FB, ga biasanya, pikirku. Aku tanggepin aja selayaknya teman yang sering ngobrol banyak, ngomongin macem2 mulai dari musik sampai soal cewek. Nah, pas bagian terakhir ini (baca: cewek) dia curhat kalau habis putus sama ceweknya yang dulu dan sedang cari cewek lagi. skip-skip-skip [biar hemat baca ;p] dan sampai akhirnya kita jadi deket dan sering chat serta sms-an. kami pun deket, bukan sebagai teman lagi tapi juga bukan sebagai pacar. Pokoknya kami menjalani 'hubungan dekat' saja dan ketika 'hubungan' tersebut mulai berjalan pada minggu kedua, aku merasa cukup aneh...laki-laki ini sepertinya cuma mampir saja di aku, kaya' cuma nitip keluh kesahnya sebentar di aku untuk meringankan beban dia buat menjelajah cari cewek baru. Ternyata aku ga salah, satu pagi dia ngomong sama aku via chat mengenai dirinya selama ini yang masih ragu2 jalan sama aku dan masih pengen menikmati kebebasan masa mudanya. Ini gak aneh buatku, karena aku sudah memperkirakan sebelumnya bahwa dia pasti akan bilang tentang hal ini, cepet atau lambat. Bener saja, siangnya aku buka FB dan melihat laki-laki ini sudah 'in relationship' dengan seseorang siang itu, baru saja. Sungguh seperti tamparan keras, karena aku sudah menyayangi dia walaupun belum sepenuhnya namun tetap saja aku merasakan 'sakit hati' yang cukup bikin sesak dada. Kecewa. Cuma itu saja yang aku pikirkan, bukan sedih ataupun menangis yang aku lakukan tapi cuma kecewa saja. Nampaknya aku harus sadar diri dan kembali mengingat kewajibanku, menyelesaikan tugasku dan segera lulus! aku gak mau laki-laki ini nanti kembali padaku cuma untuk mengulangi 'sakit' yang sama dan tidak ada kesempatan lagi karena aku sudah memaafkan dia sebagaimana seorang teman baik. Ya, bagiku ia masih teman baik. Dan semoga bisa seperti itu terus...amien.
Kini aku berterimakasih kepadanya, karena kecewa sama dia kini aku bisa punya kekuatan kembali untuk menyelesaikan tugasku. Sekarang aku cuma ingin mendoakan dia semoga mendapatkan yang terbaik selalu, kecewa ku kemarin cuma ledakan emosi sesaatku saja, kukira. Justru aku belajar darinya, laki-laki yang notabene tidak terlalu ku kenal dekat itu kini justru aku tahu banyak tentang bagaimana menghadapi laki-laki macam dia ini. Sungguh dia pembelajaran terbaikku sepanjang bulan ini. Dia yang dengan baiknya mengingatkan skripsiku agar segera diselesaikan sebelum tersalip olehnya, menguji perhatianku dan kesabaranku serta keteguhan hatiku untuk saling menjaga dan mengingatkan. Dia sebenarnya baik sekali hanya saja dia berkata: "aku ini cuma seorang bajingan, lin. Dan orang kaya aku ini bukan orang yang pantas ada disisi kamu."
Sekarang aku mengerti kenapa Allah menghadirkan dia dalam hidupku meskipun hanya beberapa belas hari bersama, karena inilah salah satu caraNya mengingatkanku, menguatkanku bahwa aku seharusnya gak menghabiskan waktuku keep stuck untuk hal2 macem begini.
Nah, jadi ngerti kan darimana datangnya kekuatan dan semangat tersebut? aku selalu berusaha memanfaatkan energi2 negatif dan amarah yang muncul agar jadi 'pembalasan' yang bermanfaat buatku. Nampaknya dia berhasil mem-boost semangatku untuk cepet2 lulus dan berjuang di dunia yang lebih menantang: dunia kerja. Suatu waktu, nanti kalau aku sudah kerja dan masih diberi kesempatan bertemu dia, aku bakalan traktir dia makan dan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya sama dia. hehehehe...
Semoga aku bisa lekas menyelesaikan tugas2ku dan melangkah maju untuk meraih apa yang jadi cita-citaku. Amien. Aku jadi gak sabar nanti pengen sms dia: "hey, hari ini aku sudah lulus lho. makasih banyak karena dulu udah pernah ngecewain aku ..." :D
yep, ketikan yang ku tunda2 selama hampir 3 bulan lamanya akhirnya ku selesaikan dalam seminggu dan plus ngetik next chapternya. Alhamdulillah... :)
sebenernya kalo niat itu ada pasti dikasih jalan kok. Aku pun begitu ketika niatan yang susah muncul maka yang pertama dilakukan adalah memaksa diri untuk tidak tidur ketika otak ini berpikir, dan gimana caranya bikin otak mikir? ya baca lah. baca apapun itu, entah majalah, artikel di internet ataupun jurnal (syukur2 kalau mau baca literatur :p), yang penting membaca walaupun sedikit dan biarkan otak kita berpikir. I do that things and it works! hehehe... I've done my 4th chapter in 2 days and one last night, i make the next chapter too. lega aja rasanya,,akhirnya aku bisa menunaikan hal yang paling dibenci Allah: menunda-nunda pekerjaan. Dan sekarang sembari menunggu respon dosen, aku re-check bab2 sebelumnya yang kemarin sudah di konsultasikan dan ada beberapa bagian yang harus di-retouch ulang. Lumayan banyak tapi harus segera dikerjakan supaya nanti gak terseret-seret sama revisian se-abrek. I wish I could do this... :)
~oiya, sebenernya ada cerita menarik dibalik datangnya semangat membara ku itu sampai2 aku bisa ngebut ngetik 2 hari cuma disela tidur 4 jam dan akhirnya tidur pasca subuh. Curhat dikit yee..gapapa kan yaa? hehehe
Aku kecewa sama seseorang. Laki-laki. Bukan temen deket tapi sudah ku anggap teman baik karena kami juga jarang ketemu. Dia cukup baik lah untuk seorang teman, bahkan bisa ku bilang ia menarik karena aku bisa ngobrol banyak dan ketawa sama kelakuannya. Tapi ada yang aneh ketika tiba2 aja dia menyapaku lewat chat di FB, ga biasanya, pikirku. Aku tanggepin aja selayaknya teman yang sering ngobrol banyak, ngomongin macem2 mulai dari musik sampai soal cewek. Nah, pas bagian terakhir ini (baca: cewek) dia curhat kalau habis putus sama ceweknya yang dulu dan sedang cari cewek lagi. skip-skip-skip [biar hemat baca ;p] dan sampai akhirnya kita jadi deket dan sering chat serta sms-an. kami pun deket, bukan sebagai teman lagi tapi juga bukan sebagai pacar. Pokoknya kami menjalani 'hubungan dekat' saja dan ketika 'hubungan' tersebut mulai berjalan pada minggu kedua, aku merasa cukup aneh...laki-laki ini sepertinya cuma mampir saja di aku, kaya' cuma nitip keluh kesahnya sebentar di aku untuk meringankan beban dia buat menjelajah cari cewek baru. Ternyata aku ga salah, satu pagi dia ngomong sama aku via chat mengenai dirinya selama ini yang masih ragu2 jalan sama aku dan masih pengen menikmati kebebasan masa mudanya. Ini gak aneh buatku, karena aku sudah memperkirakan sebelumnya bahwa dia pasti akan bilang tentang hal ini, cepet atau lambat. Bener saja, siangnya aku buka FB dan melihat laki-laki ini sudah 'in relationship' dengan seseorang siang itu, baru saja. Sungguh seperti tamparan keras, karena aku sudah menyayangi dia walaupun belum sepenuhnya namun tetap saja aku merasakan 'sakit hati' yang cukup bikin sesak dada. Kecewa. Cuma itu saja yang aku pikirkan, bukan sedih ataupun menangis yang aku lakukan tapi cuma kecewa saja. Nampaknya aku harus sadar diri dan kembali mengingat kewajibanku, menyelesaikan tugasku dan segera lulus! aku gak mau laki-laki ini nanti kembali padaku cuma untuk mengulangi 'sakit' yang sama dan tidak ada kesempatan lagi karena aku sudah memaafkan dia sebagaimana seorang teman baik. Ya, bagiku ia masih teman baik. Dan semoga bisa seperti itu terus...amien.
Kini aku berterimakasih kepadanya, karena kecewa sama dia kini aku bisa punya kekuatan kembali untuk menyelesaikan tugasku. Sekarang aku cuma ingin mendoakan dia semoga mendapatkan yang terbaik selalu, kecewa ku kemarin cuma ledakan emosi sesaatku saja, kukira. Justru aku belajar darinya, laki-laki yang notabene tidak terlalu ku kenal dekat itu kini justru aku tahu banyak tentang bagaimana menghadapi laki-laki macam dia ini. Sungguh dia pembelajaran terbaikku sepanjang bulan ini. Dia yang dengan baiknya mengingatkan skripsiku agar segera diselesaikan sebelum tersalip olehnya, menguji perhatianku dan kesabaranku serta keteguhan hatiku untuk saling menjaga dan mengingatkan. Dia sebenarnya baik sekali hanya saja dia berkata: "aku ini cuma seorang bajingan, lin. Dan orang kaya aku ini bukan orang yang pantas ada disisi kamu."
Sekarang aku mengerti kenapa Allah menghadirkan dia dalam hidupku meskipun hanya beberapa belas hari bersama, karena inilah salah satu caraNya mengingatkanku, menguatkanku bahwa aku seharusnya gak menghabiskan waktuku keep stuck untuk hal2 macem begini.
Nah, jadi ngerti kan darimana datangnya kekuatan dan semangat tersebut? aku selalu berusaha memanfaatkan energi2 negatif dan amarah yang muncul agar jadi 'pembalasan' yang bermanfaat buatku. Nampaknya dia berhasil mem-boost semangatku untuk cepet2 lulus dan berjuang di dunia yang lebih menantang: dunia kerja. Suatu waktu, nanti kalau aku sudah kerja dan masih diberi kesempatan bertemu dia, aku bakalan traktir dia makan dan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya sama dia. hehehehe...
Semoga aku bisa lekas menyelesaikan tugas2ku dan melangkah maju untuk meraih apa yang jadi cita-citaku. Amien. Aku jadi gak sabar nanti pengen sms dia: "hey, hari ini aku sudah lulus lho. makasih banyak karena dulu udah pernah ngecewain aku ..." :D
No comments:
Post a Comment